Selasa, 30 Mei 2023

Aksi Nyata Modul 1.1

Aksi Nyata- Penerapan Modul 1.1 Tentang PENERAPAN Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

Perkenalkan saya merupakan salah satu peserta CGP angkatan 8. Untuk perjumpaan kali ini saya akan menulis aksi nyata penerapan modul 1.1 tentang penerapan pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) di kelas dan sekolah. Tahapan akhir dari modul 1.1 ini saya ditugaskan untuk membuat jurnal refleksi penerapan pemikiran KHD di kelas dan di sekolah dalam satu rangkaian modul. 
Aksi nyata dibuat merupakan proses pengembangan profesionalisme berkelanjutan yang merupakan satu kesatuan antara proses dan implementasi pembelajaran. Selain itu aksi nyata merupakan perwujudan dalam proses pembelajaran sesuai pemikiran KHD dan konteks sosial budaya di daerahnya masing-masing. Aksi nyata yang saya susun ini merupakan pengalaman di sekolah. 
Untuk membantu proses penyusunan ada 5 pertanyaan dari LMS CGP yang saya gunakan untuk menyusun refleksi tersebut. Berikut pertanyaannya: 
1. Perasaan selama melakukan perubahan di kelas
2. Ide atau gagasan yang timbul sepanjang proses perubahan 
3. Pembelajaran dan pengalaman dalam bentuk catatan praktik baik 
4. Foto bercerita dari seluruh rangkaian pelaksanaan (perencanaan,penerapan dan refleksi) aksi anda.
5. Memasukkan testimoni dari rekan guru dan murid yang terlibat dalam proses perubahan yang
    dilakukan. 

✧ Perasaan Selama Melakukan Perubahan di Kelas Saya merasa terisnpirasi setelah melakukan perubahan proses pembelajaran di kelas dengan pendekatan berpusat di murid. Pada awalnya mengalami kesulitan. Kesulitan yang dihadapi adalah menyesuaikan antara metode,pendekatan dan strategi yang sesuai dengan materi dan karakteristik murid. Tapi dalam benak saya hal ini harus dicoba, untuk melihat perubahan dan kemajuan belajar murid dan khususnya cara menuntun belajar saya kepada murid. Sedikit demi sedikit saya terus beradaptasi dan memutar kreativitas proses pembelajaran. 

✧ Ide atau gagasan yang ingin di implementasikan dalam proses perubahan 1. Mengidentifikasi kemampuan dan potensi murid dengan cara melakukan asesmen (tenik evaluasi jenis literasi,numerasi dan analisis) 2. Membuat catatan sederhana mengenai potensi murid 3. Merencanakan metode pembelajaran yang sesuai kebutuhan murid 4. Pembentukan karakter melalui pembiasaan antara lain: tilawah, literasi, dan peduli lingkungan. 5. Mengenalkan murid kepada budaya lokal dan memanfaatkan teknologi dengan bijak 

✧ Pembelajaran dan pengalaman dalam bentuk catatan praktik baik Berikut beberapa pengalaman pembelajaran yang dapat saya tulis. Di saat pembelajaran saya mulai mempraktekkan metode pembelajaran yang berpusat pada murid. Di awal pembelajaran dimulai dengan pertanyaan pemantik bisa melalui gambar yang menarik. Pada kegiatan inti saya berusaha untuk mengaktifkan murid melalui kegiatan pembelajaran melalui bantuan media, LKPD (lembar kegiatan peserta didik), percobaan sederhana, permainan sederhana dan presentasi. Di akhir pembelajaran saya menerapkan pada murid untuk membuat refleksi dan kesimpulan pada setiap selesai pembelajaran dan kegiatan-kegiatan lainnya. Pengalaman lainnya setelah melakukan proses pembelajaran terjadi interaksi anatara saya dan murid. Setelah saya perhatikan maka murid lebih leluasa dalam mengungkapkan pendapat, ide dan pikirannya. Murid lebih bahagia bila berpartisipasi dan ikut aktif dalam kegiatan dibandingkan hanya duduk dan mendengarkan. 

✧ Rangkaian pelaksanaan (perencanaan,penerapan dan refleksi) aksi Perencanaan Proses pembelajaran yang akan dimulai di kelas yang pertama saya lakukan adalah menyusun rencana proses pembelajaran (RPP). Saya menentukan materi apa yang akan disampaikan lalu dibuatlah tujuan dan indikator pembelajarannya. Pada awal pembelajaran diberikan pertanyaan atau gambar yang bersifat analisis tentang materi sebelumnya dan materi yang akan dibahas selanjutnya. Untuk kegiatan inti saya memilih metode pembelajaran yang berpusat pada murid dan disesuaikan dengan materi yang akan dibahas. Selain itu saya mempersiapkan evaluasi yang berjenis literasi,numerasi dan analisis. Penerapan Untuk penerapan belajar yang utama adalah pada kegiatan inti, salah satu contoh pelaksanaannya adalah metode dengan menggunakan baling-baling genetika dan pertumbuhan dan perkembangan. Murid membuat alat dari karton atau dus bekas lalu dibentuk seberti kipas angin yang dapat diputar. Masing-masing kipas diberikan lambang tulisan dari sifat, misal warna rambut. Sedangkan untuk tugas pertumbuhan murid dalam kelompok mengamati pertumbuhan tanaman. Sebagai diferensiasinya maka tiap kelompok mengamati jenis-jenis tanaman dengan perlakuan yang berbeda sesuai dengan tanaman yang disukainya. Tugas murid dilakukan secara kelompok, setelah memutar baling-balingnya murid menuliskan hasilnya ditabel pengamatan. Setelah selesai maka masing-masing kelompok mempresentasikan hasil pengamatannya. Saat pembahasan terjadi diskusi dan tanya jawab. Refleksi Pada akhir pembelajaran murid ditugaskan membuat refleksi dan kesimpulan pada buku. Saya membaca sebagian dari refleksi yang telah dibuat oleh murid. Refleksi yang telah dibuat isinya antara lain bahwa metode permainan dengan baling-baling dan praktek pertumbuhan membantu proses pemahaman materi. 

Testimoni 

Menurut salah satu murid mengatakan bahwa pembelajaran dengan metode permainan membuat tidak jenuh pada materi. Murid menjadi aktif untuk mengerjakan kegiatan. Menurut rekan kerja bahwa pembelajaran yang berpusat pada murid akan menjadi contoh pengembangan bagi guru-guru lain agar tidak terpaku pada metode ceramah saja. Untuk rincinya mari kita simak link ini : https://youtu.be/Ad4cxodAXlQ