Aksi Nyata- Penerapan Modul 1.1 Tentang PENERAPAN Pemikiran Ki Hadjar Dewantara
Perkenalkan saya merupakan salah satu peserta CGP angkatan 8. Untuk perjumpaan
kali ini saya akan menulis aksi nyata penerapan modul 1.1 tentang penerapan
pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) di kelas dan sekolah. Tahapan akhir dari
modul 1.1 ini saya ditugaskan untuk membuat jurnal refleksi penerapan pemikiran
KHD di kelas dan di sekolah dalam satu rangkaian modul.
Aksi nyata dibuat
merupakan proses pengembangan profesionalisme berkelanjutan yang merupakan satu
kesatuan antara proses dan implementasi pembelajaran. Selain itu aksi nyata
merupakan perwujudan dalam proses pembelajaran sesuai pemikiran KHD dan konteks
sosial budaya di daerahnya masing-masing. Aksi nyata yang saya susun ini
merupakan pengalaman di sekolah.
Untuk membantu proses penyusunan ada 5
pertanyaan dari LMS CGP yang saya gunakan untuk menyusun refleksi tersebut.
Berikut pertanyaannya:
1. Perasaan selama melakukan perubahan di kelas
2. Ide
atau gagasan yang timbul sepanjang proses perubahan
3. Pembelajaran dan
pengalaman dalam bentuk catatan praktik baik
4. Foto bercerita dari seluruh
rangkaian pelaksanaan (perencanaan,penerapan dan refleksi) aksi anda.
5.
Memasukkan testimoni dari rekan guru dan murid yang terlibat dalam proses
perubahan yang
dilakukan.
✧ Perasaan Selama Melakukan Perubahan di Kelas Saya
merasa terisnpirasi setelah melakukan perubahan proses pembelajaran di kelas
dengan pendekatan berpusat di murid. Pada awalnya mengalami kesulitan. Kesulitan
yang dihadapi adalah menyesuaikan antara metode,pendekatan dan strategi yang
sesuai dengan materi dan karakteristik murid. Tapi dalam benak saya hal ini
harus dicoba, untuk melihat perubahan dan kemajuan belajar murid dan khususnya
cara menuntun belajar saya kepada murid. Sedikit demi sedikit saya terus
beradaptasi dan memutar kreativitas proses pembelajaran.
✧ Ide atau gagasan yang
ingin di implementasikan dalam proses perubahan 1. Mengidentifikasi kemampuan
dan potensi murid dengan cara melakukan asesmen (tenik evaluasi jenis
literasi,numerasi dan analisis) 2. Membuat catatan sederhana mengenai potensi
murid 3. Merencanakan metode pembelajaran yang sesuai kebutuhan murid 4.
Pembentukan karakter melalui pembiasaan antara lain: tilawah, literasi, dan
peduli lingkungan. 5. Mengenalkan murid kepada budaya lokal dan memanfaatkan
teknologi dengan bijak
✧ Pembelajaran dan pengalaman dalam bentuk catatan
praktik baik Berikut beberapa pengalaman pembelajaran yang dapat saya tulis. Di
saat pembelajaran saya mulai mempraktekkan metode pembelajaran yang berpusat
pada murid. Di awal pembelajaran dimulai dengan pertanyaan pemantik bisa melalui
gambar yang menarik. Pada kegiatan inti saya berusaha untuk mengaktifkan murid
melalui kegiatan pembelajaran melalui bantuan media, LKPD (lembar kegiatan
peserta didik), percobaan sederhana, permainan sederhana dan presentasi. Di
akhir pembelajaran saya menerapkan pada murid untuk membuat refleksi dan
kesimpulan pada setiap selesai pembelajaran dan kegiatan-kegiatan lainnya.
Pengalaman lainnya setelah melakukan proses pembelajaran terjadi interaksi
anatara saya dan murid. Setelah saya perhatikan maka murid lebih leluasa dalam
mengungkapkan pendapat, ide dan pikirannya. Murid lebih bahagia bila
berpartisipasi dan ikut aktif dalam kegiatan dibandingkan hanya duduk dan
mendengarkan.
✧ Rangkaian pelaksanaan (perencanaan,penerapan dan refleksi) aksi
Perencanaan Proses pembelajaran yang akan dimulai di kelas yang pertama saya
lakukan adalah menyusun rencana proses pembelajaran (RPP). Saya menentukan
materi apa yang akan disampaikan lalu dibuatlah tujuan dan indikator
pembelajarannya. Pada awal pembelajaran diberikan pertanyaan atau gambar yang
bersifat analisis tentang materi sebelumnya dan materi yang akan dibahas
selanjutnya. Untuk kegiatan inti saya memilih metode pembelajaran yang berpusat
pada murid dan disesuaikan dengan materi yang akan dibahas. Selain itu saya
mempersiapkan evaluasi yang berjenis literasi,numerasi dan analisis. Penerapan
Untuk penerapan belajar yang utama adalah pada kegiatan inti, salah satu contoh
pelaksanaannya adalah metode dengan menggunakan baling-baling genetika dan
pertumbuhan dan perkembangan. Murid membuat alat dari karton atau dus bekas lalu
dibentuk seberti kipas angin yang dapat diputar. Masing-masing kipas diberikan
lambang tulisan dari sifat, misal warna rambut. Sedangkan untuk tugas
pertumbuhan murid dalam kelompok mengamati pertumbuhan tanaman. Sebagai
diferensiasinya maka tiap kelompok mengamati jenis-jenis tanaman dengan
perlakuan yang berbeda sesuai dengan tanaman yang disukainya. Tugas murid
dilakukan secara kelompok, setelah memutar baling-balingnya murid menuliskan
hasilnya ditabel pengamatan. Setelah selesai maka masing-masing kelompok
mempresentasikan hasil pengamatannya. Saat pembahasan terjadi diskusi dan tanya
jawab. Refleksi Pada akhir pembelajaran murid ditugaskan membuat refleksi dan
kesimpulan pada buku. Saya membaca sebagian dari refleksi yang telah dibuat oleh
murid. Refleksi yang telah dibuat isinya antara lain bahwa metode permainan
dengan baling-baling dan praktek pertumbuhan membantu proses pemahaman materi.
Testimoni
Menurut salah satu murid mengatakan bahwa pembelajaran dengan metode
permainan membuat tidak jenuh pada materi. Murid menjadi aktif untuk mengerjakan
kegiatan. Menurut rekan kerja bahwa pembelajaran yang berpusat pada murid akan
menjadi contoh pengembangan bagi guru-guru lain agar tidak terpaku pada metode
ceramah saja. Untuk rincinya mari kita simak link ini :
https://youtu.be/Ad4cxodAXlQ


Tidak ada komentar:
Posting Komentar